Review Buku
1. La Tahzan (Jangan Bersedih) — Dr. 'Aidh al-Qarni
Penulis: Dr. 'Aidh al-Qarni
Penerjemah: Samson Rahman
Penerbit: Qisthi Press, Jakarta
Tahun terbit ( Edisi indonesia) : 2004, terbit pertama September 2003, terus dicetak ulang hingga cetakan ke-63 tahun 2016
Tebal : 568 halaman
ISBN : 979-3715-05-7
Review: Buku ini adalah kumpulan renungan tentang cara mengatasi kesedihan dan kegelisahan dengan pendekatan yang dekat dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Ditulis dengan gaya bahasa yang puitis namun lugas, sehingga pesan berat terasa ringan dan meresap ke hati. Sejak cetakan pertamanya di Beirut tahun 2001, buku ini menjadi best seller di Timur Tengah dan telah terjual lebih dari satu juta eksemplar. Kelebihannya ada di struktur babnya yang fleksibel — pembaca tidak perlu membaca berurutan karena tiap bab bersifat mandiri, meski beberapa pembaca merasa ada pengulangan konsep di berbagai bab.
2. Fiqih Sunnah — Sayyid Sabiq
Penulis: Syekh Sayyid Sabiq
Penerbit (edisi terjemahan): Pena Pundi Aksara, Jakarta (juga tersedia versi terbitan Insan Kamil & Penerbit Jabal)
Tahun terbit: cetakan pertama Mei 2006 (per jilid) Tebal: ± 850 halaman per jilid (5 jilid lengkap)
Review: Karya monumental yang membahas fikih Islam berdasarkan dalil dari Al-Qur'an, hadits sahih, dan ijma' ulama, mencakup topik dari ibadah, muamalah, pernikahan, hingga hudud. Kelebihan utamanya adalah gaya bahasa yang mudah dipahami tanpa istilah rumit, dan penulis cenderung memilih pendapat yang paling praktis untuk diamalkan umat. Buku ini bukan bacaan santai — lebih cocok sebagai rujukan hukum Islam yang komprehensif untuk pelajar, mahasiswa, atau siapa pun yang ingin memahami fikih secara mendalam.
3. Riyadhus Shalihin — Imam An-Nawawi
Penulis: Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi
Penerbit (edisi terjemahan): Darul Haq, Jakarta (versi lain: Pustaka As-Sunnah, Insan Kamil)
Tahun terbit: bervariasi tergantung penerbit (terjemahan pertama beredar sejak 1999, edisi terbaru terus dicetak ulang)
Tebal: sekitar 1.132–1.247 halaman (edisi Darul Haq)
Review: Kitab hadits klasik berisi 1.896 hadits yang terbagi dalam 18 bab tema, mencakup akidah, syariah, dan akhlak. Yang membuat edisi terjemahan ini istimewa adalah tambahan syarah (penjelasan) dari ulama kontemporer seperti Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dan takhrij (penelusuran keabsahan hadits) dari Syekh Nashiruddin al-Albani, sehingga pembaca awam pun bisa memahami konteks dan derajat kesahihan tiap hadits. Cocok dijadikan bacaan harian karena disusun tematik dan tidak perlu dibaca berurutan.
Perbandingan Ketiga Buku tersebut
Buku La tahzan
jenisnya : Memotivasi dan psikologi spiritual
Penulis : Aidh al-Qarni (kontemporer, Saudi)
Fokus isi : Ketenangan hati, mengatasi kesedihan.
Tingkat kesulitan : Ringan mudah di cerna
cocok untuk : pembaca umum yang butuh penenang jiwa
Ketebalan : 568 Halaman
Fiqih sunnah
jenisnya : Referensi hukum fiqih
Penulis : Sayyid Sabiq (kontemporer, Mesir)
Fokus isi: Hukum ibadah dan muamalah
Tingkat kesulitan : Menengah berat, teknis
Cocok untuk : Pelajar/Mahasiswa yang butuh rujukan hukum
Ketebalan : ± 850 hal/jilid (5 jilid)
Riyadhus shalihin
jenis : kumpulan hadist bertema
Penulis : Imam Nawawi (klasik, abad ke-13)
fokus isi : Akidah, akhlak, syariah lewat hadits
Tingkat kesulitan : Menengah tapi di bantu syarah
Cocok untuk : Siapa saja yang ingin bacaan hadits harian
Ketebalan : ± 1.100+ halaman
Kesimpulan singkat: Kalau kamu cari bacaan penenang hati sehari-hari, mulai dari La Tahzan. Kalau butuh rujukan hukum Islam yang lengkap dan sistematis, Fiqih Sunnah pilihannya. Kalau ingin mendalami hadits Nabi dengan penjelasan ulama, Riyadhus Shalihin paling tepat — bahkan bisa jadi teman baca jangka panjang karena bisa dibuka bab mana saja tanpa urutan.

Komentar
Posting Komentar